22 Nov 2012


Bismillah….

Entah sudah berapa lama, blog ini saya telantarkan. Seandainya blog ini hidup mungkin dia akan menuntut haknya karena sudah diabaikan begitu lama (he… lebay). Yang lalu biarlah berlalu, sekarang saatnya untuk kembali semangat menulis apapun itu (namanya juga suka-suka). Semoga mulai hari ini dan seterusnya bisa istiqomah untuk selalu menuliskan ide-ide, curcol, atau apapun itu di blog ini. Semoga bisa diambil manfaatnya, atau kalaupun tidak bermanfaat tolong diabaikan saja. He.he…

Terinspirasi dari sebuah blog milik teman seperguruan saya di padepokan Tembalang dulu, saya merasa takjub sekaligus terharu ..hiks.. hiks… (halah lebay), beliau memiliki blog lebih dari satu dan hampir semuanya sering di-update. Salah satu yang membuat saya terkesan adalah tagline di salah satu blognya “Ide Itu Gak Harus Kreatif Karena Ide Itu Sederhana! Apapun itu, Ketik Sekarang Juga Ato Lupa?”. Kalo dipikir-pikir memang benar juga, hampir setiap hari kita mempunyai ide-ide segar meskipun terkadang hambar. Tetapi apalah arti sebuah ide jika hanya melintas di pikiran dan angan-angan tanpa kita mencatatnya apalagi merealisasikannya dengan tindakan nyata. J

Menulis…. Menulis…. Menulis….. till die




gambar ngambil dari https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghZox1sD2ygxf72qbStZRAV_xW4X4vAREbeWMJJgdQsE-yryvxqBJSuj8pT9fuYZ9uDxMaVydaX68IcyRzVpPfX3qfhuv7fXRiV-fCQpVDBtHx29zy29QDHhSiUAiauyrScr_TZAA85lo/s1600/comeback.jpg

2 Okt 2012


Ada sebuah kisah nyata, pada suatu hari seorang ibu sedang bercengkerama dengan anak-anaknya yang sedang asyik belajar. Ia memberikan buku gambar dan krayon kepada anak bungsunya yang masih berusia 4 tahun. Tentunya agar si bungsu tidak mengganggu kakak-kakaknya. Tiba-tiba dia teringat belum menyiapkan makan siang untuk bapak mertuanya. Seorang kakek tua sakit-sakitan yang tinggal di salah satu paviliun yang terpisah dari bangunan rumah utama.

 Sehari-hari sang istrilah yang lebih banyak mengurus Bapak mertuanya. Ia mengurusnya sebisanya, suaminya pun cukup puas dengan apa yang dilakukan sang istri untuk ayahnya yang tidak bisa keluar dari ruangan karena kesehatan yang semakin menurun.

 Si istri segera menyiapkan makanan dan mengantarkannya sendiri. Ia juga menanyakan apakah ada hal lain yang ia minta. Setelah beres ia kembali menemani anak-anaknya. Ia memperhatikan si bungsu yang sedang menggambar kotak segi empat dengan garis-garis di dalamnya. Sepertinya ia sedang menggambar denah rumah. “Adek sedang menggambar apa?” tanya ibu. “Ini gambar rumahku nanti kalau sudah besar.” Jawabnya.

 Kemudian si Ibu menunjuk setiap ruangan sambil menanyakan, “Ini ruangan apa?” “Ini dapur, ruang tamu, kamar tidur, ….” Kata si Bungsu bersemangat. Kemudian si Ibu menunjuk gambar persegi empat yang terpisah dari denah utama, “Ruangan ini kok ada di luar rumah?” Dengan polos si Bungsu menjawab, “Ruangan ini untuk ibu nanti, Ibu tinggal disitu seperti Kakek yang tinggal di paviliun.”
 Barulah si Ibu tersadar dengan ucapan polos putranya. Ternyata selama ini ia dan suaminya telah durhaka kepada orang tua. Ia bersyukur telah disadarkan oleh putra bungsunya.
Dari Ibnu Umar  berkata bahwa Rosululloh  bersabda, “Berbaktilah kepada kedua orang tua, niscaya anak kalian akan berbakti kepada kalian.” (H.R. Thabrani)

Dikutip dari majalah arrisalah Vol. X No. 3 Ramadhan-Syawal 1432 H/September 2010 (dengan perubahan seperlunya) –iwn--

29 Okt 2010

Oleh: Abdul 'Aziz

Berikut adalah rekaman audio acara bedah buku bertajuk "Kita Berada di Akhir Zaman" yang diselenggarakan pada Ahad, 24 Oktober 2010 lalu. Bertempat di Masjid Ulul Albab kampus Universitas Negeri Semarang. Sebagai pembedah pertama ialah DR. Sarwi Mahmud, M.Si (Dosen Universitas Negeri Semarang) sedangkan pembedah kedua adalah penulis buku tersebut yaitu Ustadz Abu Fatiah al Adnani. Satu hal yang cukup mencengangkan dari hasil bedah buku tersebut ialah sadar ataupun tidak kita saat ini berada di akhir zaman yang berarti semakin dekatnya kehidupan kita saat ini dengan hari yang dijanjikan (kiamat). Untuk itu apa saja yang perlu kita persiapkan agar bisa selamat dari fitnah yang melanda di akhir zaman ini? penasaran? silakan download saja keseluruhan audionya dan silakan pula untuk menyebarluaskannya, yang penting tidak ada unsur komersil di dalamnya!




5 Okt 2010

Oleh: Cuma Iwan Kusuma

Menjadi seorang hafizh atau hafizhoh (penghafal Al Quran) adalah sebuah cita-cita mulia bagi setiap muslim. Meskipun demikian tidak banyak yang menyadari keutamaan membaca ataupun menghafal al Quran tersebut. Nah salah satu diantara keutamaan pembaca al quran adalah akan mendapat syafaat di hari kiamat kelak seperti yang disabdakan Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam berikut: Dari Abu Amamah rodhiyallohu ‘anhu, aku mendengar Rasulullah sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda, “Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya ia akan menjadi syafaat bagi para pembacanya di hari kiamat" (HR Muslim).

Itu baru satu diantara berbagai keutamaan pembaca/penghafal Quran. Yang lain masih banyak dan begitu menggiurkan. Tertarik ingin menjadi salah satu dari yang mendapat syafaat tersebut? Tidak ada salahnya kita mencoba tips berikut! Coba perdengarkan bacaan al quran per ayat secara berulang-ulang insya Alloh akan memudahkan kita untuk menghafal ayat tersebut. Kita ambil contoh, perdengarkan surah al muzammil (73) ayat pertama (1) selama lima atau sepuluh kali. Insya Alloh dengan waktu yang tidak terlalu lama kita akan dapat menghafal ayat tersebut. Caranya? Silakan klik alamat web berikut ini untuk men download surah al muzammil ayat pertama (1).

http://id.quran.nu/quran/sound/QFA/073/001.mp3

nah, untuk mendownload surah dan ayat yang lain tinggal diganti saja, yang berwarna merah adalah urutan surah dalam al quran sedangkan yang diberi warna hijau adalah urutan ayatnya. Jadi misal kita ingin download surah al baqoroh ayat 10 maka tinggal ketik alamat berikut!

http://id.quran.nu/quran/sound/QFA/002/010.mp3

bagaimana? Mudahkan? Selamat mendownload dan menghafal!

1 Okt 2010

oleh: Zulkifli an Naisaburi

Nama asli beliau adalah Abdullah bin Ahmad Sungkar atau kemudian lebih dikenal dengan nama Abdullah Sungkar. Beliau lahir di Surakarta pada tahun 1937. Pada tahun 1971 beliau beserta beberapa orang kawannya mendirikan Yayasan Pondok Pesantren "Al-Mu'min" di daerah Ngruki, Solo. Pada tahun 1977, selama satu bulan (12 Maret - 29 April) beliau ditahan Laksusda Jawa Tengah dengan tuduhan mensosialisasikan golput pada Pemilu saat itu. Sejak 10 November 1978 hingga 3 April 1982 (4 tahun), beliau kembali mendekam di tahanan Laksusda Jawa Tengah akibat kegigihan beliau dalam mendakwahkan tauhid dan dianggap sebagai sebuah ancaman bagi pemerintah kala itu.

Sejak 1985 ustadz Abdullah Sungkar hijrah ke Malaysia karena sikap rezim Orde Baru yang gencar memburu para dai muwahhid (pendakwah tauhid), dan beliaupun menjadi mubalig keliling hingga ke Jerman dan Australia. Pada 20 Oktober 1999 beliau kembali ke Indonesia untuk bersilaturahim dengan keluarga dan umat Islam. Dalam suatu pertemuan di Bogor tanggal 23 Oktober 1999, beliau meninggal dunia dan dimakamkan keesokan harinya di Klaten, Jawa Tengah. Untuk lebih jelasnya berikut ada audio biografi Ustadz Abdullah Sungkar dengan narasumber Ustadz Abu Bakar Ba'asyir silakan download disini.